Assalamualaikum
kawan, bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik saja.
Kali
ini saya akan memposting sedikit penjelasan mengenai salah satu produk hasil
penelitian saya dan teman kelompok saya. Yaitu Pemanfaatan Limbah Air Kolam
Gurame sebagai bahan Pupuk Organik Cair (POC) yang Ekonomis dan Ramah
Lingkungan. Untuk lebih jelasnya silakan membaca penjelasan dibawah ini :D
Untuk
meningkatkan produksi dan kualitas perikanan diperlukan adanya perawatan kolam.
Oleh karena itu masyarakat sekitar biasanya melakukan pengurasan dan
mengalirkan limbah air kolam ke lahan sekitar, sehingga dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan. Air kolam yang sudah menjadi limbah mempunyai ciri-ciri
keasaman air (pH) lebih dari 8 dan suhu air yang melebihi kisaran antara 24-28
derajat C. Air limbah kolam gurame merupakan larutan yang mengandung unsur hara salah satunya nitrogen
yang ada dalam protein pelet ikan yang berpotensi dapat diolah menjadi pupuk.
Limbah air kolam gurame dapat dimanfaatkan menjadi pupuk
organik cair setelah dicampur dengan EM-4. Hal ini dikarenakan limbah air kolam
gurame mengandung zat-zat yang dapat membantu proses pertumbuhan suatu tanaman.
Penambahan EM-4 ditujukan untuk menguraikan limbah secara biologis yakni dengan
fermentasi. Fermentasi tersebut dimaksudkan
memberikan kesempatan mikroorganisme efektif untuk aktif dan berkembangbiak
lebih banyak sehingga dapat bekerja dengan efisien dan optimal dalam proses
penguraian limbah. Sehingga limbah air kolam gurame dapat dijadikan sebagai
pupuk organik cair.
Dengan pengolahan limbah air kolam gurame menjadi
pupuk organik air tentunya akan menambah daya guna dari limbah air kolam gurame
itu, dari awalnya mencemari lingkungan sekarang bisa diolah menjadi produk yang
lebih bermanfaat. Berikut ini langkah sederhana membuat Pupuk Organik Cair dari
Limbah Air Kolam Gurame.
1. Tahap pembuatan pupuk cair dari limbah air kolam gurame
a. Pengambilan air limbah kolam gurame
Dilakukan pengambilan
sampel limbah air kolam gurame sebanyak dua liter yang telah melewati batas
waktu masa ganti untuk kolam gurame kurang lebih dua minggu.
b. Fermentasi air limbah air kolam Gurame dengan EM4
Fermentasi limbah air
kolam dan cairan EM4 selama satu minggu, ketentuan pemberian EM4 yaitu 20-50
cc/satu liter limbah air kolam. Disimpan di botol ukuran dua liter dan kedap
udara untuk mempercepat proses fermentasi. Setelah proses fermentasi, pupuk
organik cair dari limbah air kolam gurame siap digunakan.
Catatan
:
Untuk penjelasan diatas dilakukan dalam skala kecil
yaitu dua liter, apabila menginginkan dalam skala banyak bisa mencoba sendiri
dalam wadah/penampung yang lebih besar dan penggunaan EM-4 dikira-kira sendiri
secukupnya.
Oh ya teman, produk ini sudah teruji di laboratorium
lo .. hasilnya menunjukan kadar Nitrogen dalam pupuk ini cukup tinggi sehingga
cocok untuk tanaman jagung. Admin selaku salah satu peneliti juga sudah
mengaplikasikannya pada tanaman jagung, hasilnya tidak kalah dengan pupuk
kimia. Namun menurut saya masih perlu dikembangkan lebih lanjut mengenai pupuk
ini, karena juga masih mempunyai banyak kekurangan. Berikut hasil analisis uji
laboratorium dan analisis ekonomi dari pupuk organik cair dari limbah air kolam
gurame.
Tabel
hasil uji laboratorium
NO
|
Pupuk Organik Cair
|
Kadar (g/100)
|
||
N
|
P2O5
|
K2O
|
||
1.
|
Pupuk Limbah Air Kolam Gurame
|
0,578 %
|
0,084 %
|
0,12 %
|
0,595 %
|
0,087 %
|
0,12 %
|
||
Tabel Perbandingan
Analisis Biaya
No.
|
Pupuk Organik
Cair/Liter
|
Harga
|
1.
|
EM4
|
Rp 18.000
|
2.
|
Limbah Air Kolam Gurame
|
Rp 0,-
|
Total Harga
|
Rp 18.000
|
|
Baik sekian teman postingan saya kali ini, semoga bermanfaat, selamat
mencoba!
Wassalamualaikum wr. wb
Terimakasih Informasinya,,
BalasHapussaya Tertarik dengan bidang penelitian ini ...
Mohon bantuannya jika saya mengambil topik ini untuk saya kembangkan dlam Penelitian skripsi saya
Sumbernya analisisX dari mana yah ??
BalasHapus