Halaman

Minggu, 26 Januari 2014

Pupuk Organik Cair dari Limbah Air Kolam Gurame



Assalamualaikum kawan, bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik saja.

Kali ini saya akan memposting sedikit penjelasan mengenai salah satu produk hasil penelitian saya dan teman kelompok saya. Yaitu Pemanfaatan Limbah Air Kolam Gurame sebagai bahan Pupuk Organik Cair (POC) yang Ekonomis dan Ramah Lingkungan. Untuk lebih jelasnya silakan membaca penjelasan dibawah ini :D

Untuk meningkatkan produksi dan kualitas perikanan diperlukan adanya perawatan kolam. Oleh karena itu masyarakat sekitar biasanya melakukan pengurasan dan mengalirkan limbah air kolam ke lahan sekitar, sehingga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Air kolam yang sudah menjadi limbah mempunyai ciri-ciri keasaman air (pH) lebih dari 8 dan suhu air yang melebihi kisaran antara 24-28 derajat C. Air limbah kolam gurame merupakan larutan yang mengandung unsur hara salah satunya nitrogen yang ada dalam protein pelet ikan yang berpotensi dapat diolah menjadi pupuk.  
Limbah air kolam gurame dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair setelah dicampur dengan EM-4. Hal ini dikarenakan limbah air kolam gurame mengandung zat-zat yang dapat membantu proses pertumbuhan suatu tanaman. Penambahan EM-4 ditujukan untuk menguraikan limbah secara biologis yakni dengan fermentasi. Fermentasi tersebut dimaksudkan memberikan kesempatan mikroorganisme efektif untuk aktif dan berkembangbiak lebih banyak sehingga dapat bekerja dengan efisien dan optimal dalam proses penguraian limbah. Sehingga limbah air kolam gurame dapat dijadikan sebagai pupuk organik cair.
Dengan pengolahan limbah air kolam gurame menjadi pupuk organik air tentunya akan menambah daya guna dari limbah air kolam gurame itu, dari awalnya mencemari lingkungan sekarang bisa diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Berikut ini langkah sederhana membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah Air Kolam Gurame.
1.      Tahap pembuatan pupuk cair dari limbah air kolam gurame
a.       Pengambilan air limbah kolam gurame
Dilakukan pengambilan sampel limbah air kolam gurame sebanyak dua liter yang telah melewati batas waktu masa ganti untuk kolam gurame kurang lebih dua minggu.
b.      Fermentasi air limbah air kolam Gurame dengan EM4
Fermentasi limbah air kolam dan cairan EM4 selama satu minggu, ketentuan pemberian EM4 yaitu 20-50 cc/satu liter limbah air kolam. Disimpan di botol ukuran dua liter dan kedap udara untuk mempercepat proses fermentasi. Setelah proses fermentasi, pupuk organik cair dari limbah air kolam gurame siap digunakan.
Catatan :
Untuk penjelasan diatas dilakukan dalam skala kecil yaitu dua liter, apabila menginginkan dalam skala banyak bisa mencoba sendiri dalam wadah/penampung yang lebih besar dan penggunaan EM-4 dikira-kira sendiri secukupnya.
Oh ya teman, produk ini sudah teruji di laboratorium lo .. hasilnya menunjukan kadar Nitrogen dalam pupuk ini cukup tinggi sehingga cocok untuk tanaman jagung. Admin selaku salah satu peneliti juga sudah mengaplikasikannya pada tanaman jagung, hasilnya tidak kalah dengan pupuk kimia. Namun menurut saya masih perlu dikembangkan lebih lanjut mengenai pupuk ini, karena juga masih mempunyai banyak kekurangan. Berikut hasil analisis uji laboratorium dan analisis ekonomi dari pupuk organik cair dari limbah air kolam gurame.
Tabel hasil uji laboratorium
NO
Pupuk Organik Cair
Kadar (g/100)
N
P2O5

K2O

1.
Pupuk Limbah Air Kolam Gurame
0,578 %
0,084 %
0,12 %
0,595 %
0,087 %
0,12 %

Tabel Perbandingan Analisis Biaya

No.
Pupuk Organik Cair/Liter
Harga
1.
EM4
Rp 18.000
2.
Limbah Air Kolam Gurame
Rp 0,-
Total Harga
Rp 18.000

Baik sekian teman postingan saya kali ini, semoga bermanfaat, selamat mencoba!
Wassalamualaikum wr. wb
 

2 komentar:

  1. Terimakasih Informasinya,,
    saya Tertarik dengan bidang penelitian ini ...
    Mohon bantuannya jika saya mengambil topik ini untuk saya kembangkan dlam Penelitian skripsi saya

    BalasHapus
  2. Sumbernya analisisX dari mana yah ??

    BalasHapus