Halaman

Kamis, 02 November 2017

"ENVIRONMENTAL FRIENDLY SUPPLY CHAIN SYSTEM" LANGKAH STRATEGIS MEMBAWA PANGAN LOKAL MENUJU PASAR GLOBAL

          Indonesia dengan potensi kekayan alamnya mempunyai berbagai macam potensi pangan lokal khas daerah yang bisa dikembangkan. Namun skala produksi yang masih kecil dan mekanisme jaringan distribusi yang masih lemah menjadi persoalan produsen pangan lokal sulit berkembang. Skala produksi pangan lokal di era globalisasi kini sangat mempengaruhi sistem pasokan makanan dimana jarak pangan lokal yang harus diangkut untuk menjangkau konsumen meningkat. Situasi ini tidak hanya mengurangi hubungan antara produsen makanan lokal dengan konsumen global, namun juga meningkatkan emisi gas rumah kaca karena sistem rantai pasok logistik yang terlalu panjang.


Gambar 1. Buah Naga dan Apel Lokal 
Sumber : Dokumentasi Pribadi

MENGENAL KARAKTER SPESIFIK DAN PRINSIP KEMITRAAN AGRIFOOD SUPPLY CHAIN

Rantai pasok pangan terdiri dari organisasi yang bertanggung jawab untuk produksi dan distribusi produk sayuran, hewani atau pangan olahan. Secara umum rantai pasok pangan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :


1. Rantai Pasok untuk Produk Segar Pertanian (sayuran, bunga, buah) 

Gambar 1. Produk Sayuran Segar