Indonesia
dengan potensi kekayan alamnya
mempunyai berbagai macam potensi pangan lokal khas daerah yang bisa
dikembangkan. Namun skala produksi yang masih kecil dan mekanisme
jaringan distribusi yang masih lemah menjadi persoalan produsen pangan lokal
sulit berkembang. Skala produksi
pangan lokal di era globalisasi kini sangat mempengaruhi sistem pasokan makanan
dimana jarak pangan lokal yang harus diangkut untuk menjangkau konsumen
meningkat. Situasi ini tidak hanya mengurangi hubungan antara produsen makanan
lokal dengan konsumen global, namun juga meningkatkan emisi gas rumah kaca
karena sistem rantai pasok logistik yang terlalu panjang.
Gambar 1. Buah Naga dan Apel Lokal
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Sebuah
studi telah dilakukan di Swedia mengenai karakteristik rantai pasok pangan
lokal. Sistem rantai pasok yang telah berkembang pada negara tersebut terbukti
dapat meningkatkan koordinasi dan efisiensi logistik, mengurangi dampak
lingkungan, meningkatkan pasar potensial pangan lokal serta meningkatkan sistem
telusur balik pangan lokal bagi konsumen. Berikut langkah strategis membangun
sistem rantai pasok tersebut :
1. Pemetaan
Lokasi Produsen Pangan Lokal
Pemetaan
dilakukan dengan tujuan mengetahui dimana saja sebaran pelaku usaha pangan lokal. Pemetaan lokasi akan dijadikan acuan
untuk langkah selanjutnya yaitu menentukan titik pusat distribusi dan pemasaran
pangan lokal yang strategis.
2.
Membangun
Pusat Distribusi dan Pemasaran Pangan Lokal
Pusat
didirikan dengan anggota kelompok yang memproduksi pangan lokal khas daerah
tersebut. Pusat yang dipilih harus dapat menghubungkan produsen, distributor
dan konsumen/pengecer. Lokasi pusat harus strategis dan mudah menjangkau pasar
serta fasilitas umum (ex : supermarket, dinas terkait). Hal ini bertujuan untuk
meningkatkan koordinasi sistem pasokan sehingga
saluran distribusi bisa menjadi skala besar. Titik pusat distribusi yang
strategis dapat ditentukan dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG).
3.
Membangun Sistem Informasi Pangan Lokal
Sistem
informasi pangan lokal sangat penting untuk menjangkau konsumen lebih luas. Dewasa
ini kesadaran konsumen akan informasi asal makanan, cara penanganan dan mutu
produk semakin meningkat. Sistem informasi pangan lokal akan menjadi senjata
bagi distributor dan pemasaran untuk menjangkau perilaku konsumen tersebut yang
kini suka mengakses dan mencari data informasi melalui media internet. Sistem
informasi pangan lokal juga bermanfaat agar pemangku kepentingan yaitu
pemerintah dapat memberikan perhatian khusus kepada produsen lokal untuk
berkembang.
4.
Meningkatkan Integrasi Rantai Pasok dan
Logistik yang Ramah Lingkungan
Integrasi
sistem pangan lokal yang mengarah pada dampak lingkungan positif dapat
dilakukan dengan :
a. Mengurangi
jumlah kendaraan yang akan digunakan untuk memproduksi koleksi dan distribusi
produk pangan lokal;
b. Meningkatkan
tingkat utilisasi kapasitas pemuatan kendaraan;
c. Mengurangi
jarak tempuh, waktu dan bahan bakar dengan mengikuti rute yang optimal jika
memungkinkan;
d. Mengurangi
emisi gas rumah kaca.
Sumber :
Gebresenbet,
Girma and Bosona, Techane.2012. Logistics and Supply Chains in Agriculture
and Food, Chapter from
Pathway to Supply Chain Excellence, Edited Dr. Ales
Groznik. In Tech Publisher. Available from : http://www.intechopen.com/books/pathways-to-supply-chain-excellence/logistics-chains-in-food-andagriculture-sector


Tidak ada komentar:
Posting Komentar