Analisis Studi Kelayakan Usaha Produksi TOBSAN (Tobacco Handsanitizer)
di Jember Jawa Timur
Muhamad Ali Shodiqi1, Mohamad Ulil Absor2, Muhammad Sandi Dwiyanto3, Maharani Rizki Larasati4, Taufiqur Rohman5
Abstrak
Diversifikasi produk berbahan baku tembakau merupakan salah satu hal yang sangat krusial untuk dikembangkan di Indoenesia karena adanya beberapa faktor yang mendorong pembatasan konsumsi rokok sehingga petani tembakau semakin terjepit. Salah satu solusi realistis adalah dengan mengembangkan industri yang mampu menyerap komoditas tembakau lokal. Produk diversifikasi tembakau potensial adalah hand sanitizer karena dalam ekstrak tembakau memiliki berbagai macam senyawa aktif yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha produksi TOBSAN (Tobacco Handsanitizer).
Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan studi literatur. Data kuantitatif dianalisa menggunakan Microsoft Excel untuk membuat tabulasi data aspek produksi dan finansial. Data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif dan gambar untuk menganalisis aspek operasional, teknologi, industri, manajemen, sumber daya manusia, dan sosial. Metode yang digunakan antara lain yaitu Five Force Porter Analysis untuk meninjau aspek industri, metode short term and long term feasibility untuk meninjau aspek ekonomi, produksi dan finansial.
Berdasarkan hasil penelitian aspek operasional, pemilihan lokasi usaha handsanitizer berada di Jember. Pemilihan lokasi didasarkan pada ketersediaan bahan baku, jumlah angkatan kerja (sumberdaya manusia), proyeksi pasar, dan aspek politik yang mendukung adanya usaha produksi TOBSAN. Pada aspek industri masih diperlukan usaha peningkatan jangka panjang untuk dapat bersaing dengan industri lain, sedangkan dari aspek manajemen masih terbilang sederhana dengan sistem organisasi fungsional. Pulau Jawa layak dijadikan sebagai target pasar TOBSAN karena seluruh provinsi di Pulau Jawa masuk kedalam 10 provinsi dengan Indeks Keluarga Sehat (IKS) tertinggi di Indonesia serta Asia diproyeksikan mengalami peningkatan penjualan hand sanitizer hingga 135 juta US dollar (Global Industry Analyst, 2017). Berdasarkan hasil kelayakan jangka panjang, didapatkan hasil perhitungan Payback Period adalah 2,611 tahun dengan nilai IRR 36,42% yang lebih tinggi dari MARR saat ini yaitu 4,75%. Nilai NPV dari TOBSAN adalah Rp114.376.753.284 dengan B/C Ratio 2,9589 yang menandakan bahwa TOBSAN layak untuk dijalankan.
Kata Kunci : diversifikasi, hand sanitizer, tembakau
Abstract
Diversification of tobacco-based products is one of the most important things to develop in Indonesia because there are several factors that encourage the limitation of cigarette consumption. The potential product diversification is hand sanitizer because it can be used as an antibacterial product. The aim of this study is to determine the feasibility of TOBSAN (Tobacco Handsanitizer).
The methods of data collection are based on observation and literature study. Quantitative data were analyzed using Microsoft Excel to tabulate data production and financial aspects. Qualitative data are given in descriptive and drawing forms to analyze operational, technological, industrial, management, human, and social aspects. Methods used include Five Force Porter Analysis to determine industrial aspects, short-term and long-term feasibility analysis for economic, production and financial aspects.
Based on research results, operational location extension hand sanitizer is in Jember. Site selection based on raw materials, number of labor, market projections, and political aspects that support TOBSAN production. In the industrial aspect, TOBSAN still needs further development to be able to compete with other industries, while from the management aspect TOBSAN company are still fairly simple with functional organization system. Java island is suitable for TOBSAN’s market because all province in Java have a high Indeks Keluarga Sehat (IKS) and Asia is projected to have a market growth valued US$ 135 million (Global Industry Analyst, 2017). Based on the long-term feasible analysis, payback period for this business is 2.611 years with IRR 36,42% which is higher than MARR (4,75% March 2018). TOBSAN’s NPV is Rp114.376.753.284 with B/C ratio 2,9589 that conclude TOBSAN is feasible to be invested in.
Keywords : diversification, hand sanitizer, tobacco
Tidak ada komentar:
Posting Komentar